Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Singkawang Gelar Kajian Ramadhan, Ormas dan Club Motor Deklarasi Tolak Tawuran dan Balap Liar

Oplus_131072

*CorongKasus* Singkawang – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Resor Kota Singkawang menggelar kegiatan sosialisasi dan Kajian Ramadhan bertema “Peran Ormas dan Club Motor dalam rangka menjaga Harkamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota
‎Singkawang”, Rabu (11/3/2026).
‎
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Teras Kota Singkawang ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi antara organisasi kemasyarakatan, komunitas club motor, serta aparat kepolisian dalam membahas langkah strategis menjaga stabilitas keamanan di Kota Singkawang, khususnya terkait maraknya aksi tawuran dan balap liar.
‎
Acara tersebut dihadiri berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Pokdar Kamtibmas Bhayangkara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kasat Binmas Polres Singkawang, Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI), Menunduk MC, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Fatayat NU, Aisyiyah, serta Nasyiatul Aisyiyah.
‎
Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Resor Kota Singkawang, Drs. H. Elmin, M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bhabinkamtibmas dan masyarakat yang selama ini terus membina serta membimbing Pokdar Kamtibmas dalam menjaga keamanan lingkungan.
‎
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Singkawang,” ujarnya.
‎
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Singkawang, Budi Anggoro, menegaskan bahwa Pokdar Kamtibmas memiliki peran penting sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan di tengah masyarakat.
‎
“Pokdarkamtibmas adalah ujung tombak keamanan di masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semangat menjaga keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tuturnya.
‎
Dalam kesempatan yang sama, akademisi Ihsyan Sutrisno, S.Pd., M.Pd., turut menyoroti dampak negatif tawuran dan balap liar terhadap masyarakat, terutama bagi dunia pendidikan.
‎
Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya merusak masa depan pelaku, tetapi juga menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.
‎
“Tawuran dan balap liar sangat meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban umum, merusak fasilitas umum, serta berpotensi menyebabkan cedera fisik maupun mental. Bahkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas hingga menurunkan prestasi belajar generasi muda,” jelasnya.
‎
Selain sebagai sarana silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan edukasi mengenai program-program keamanan serta upaya penertiban di Kota Singkawang.
‎
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Acara juga diisi dengan ceramah Ramadhan oleh Ustadz Zulpiadi, S.Pd.I., M.A., dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
‎
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta melakukan deklarasi bersama yang berisi komitmen organisasi kemasyarakatan dan club motor Kota Singkawang, yaitu:
‎Menolak keras adanya aksi tawuran dan balap liar yang marak terjadi di wilayah Kota Singkawang.
‎Berkomitmen menjaga Kota Singkawang agar terbebas dari aksi tawuran dan balap liar.
‎
Mendukung kepolisian dalam upaya mencegah terjadinya aksi tawuran dan balap liar guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
‎
Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata kolaborasi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas motor, dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Singkawang.

mesa