Corongkasus.com ~ BENGKAYANG, KALBAR — Musibah kebakaran hebat mengguncang kawasan Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis, 20 Agustus 2026. Kobaran api melahap puluhan bangunan dan meninggalkan kerusakan besar di kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sekitar 50 bangunan dilaporkan ludes terbakar. Kebakaran tersebut juga berdampak terhadap sekitar 119 warga, baik pedagang, pemilik usaha, maupun masyarakat yang berada di kawasan terdampak.
Besarnya kobaran api membuat proses penanganan membutuhkan pengerahan armada pemadam dalam jumlah cukup besar. Sedikitnya 33 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merambat lebih jauh.
Api Membesar, Puluhan Bangunan Tak Terselamatkan
Kebakaran yang terjadi di kawasan pasar membuat situasi di lokasi berlangsung mencekam. Api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya sehingga sejumlah bangunan yang berada di kawasan terdampak tidak dapat diselamatkan.
Petugas pemadam bersama unsur terkait berjibaku melakukan upaya pemadaman. Selain memadamkan titik api, petugas juga melakukan pendinginan terhadap sejumlah bagian bangunan yang masih menyimpan potensi bara.
Masyarakat sekitar turut membantu proses evakuasi dan mengamankan barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan.
Kerugian Ekonomi Diperkirakan Mencapai Rp70 Miliar
Kebakaran tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan estimasi sementara, total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp70 miliar.
Nilai tersebut diperkirakan berasal dari kerusakan bangunan, tempat usaha, barang dagangan serta berbagai aset masyarakat yang berada di kawasan pasar.
Besarnya kerugian membuat musibah ini tidak hanya menjadi persoalan kebencanaan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di Pasar Sungai Duri.
Bagi para pedagang, kehilangan tempat usaha berarti kehilangan ruang untuk mencari nafkah. Karena itu, proses pemulihan pascakebakaran menjadi perhatian penting yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dan berbagai pihak.
119 Warga Masuk Data Sementara Terdampak
Selain kerugian materi, dampak sosial dari kebakaran juga menjadi perhatian. Sekitar 119 warga tercatat sebagai masyarakat yang terdampak dalam data sementara.
Pendataan tersebut masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah warga yang terdampak secara akurat, termasuk kondisi tempat tinggal, tempat usaha, kehilangan barang, serta kebutuhan mendesak lainnya.
Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan langkah penanganan yang diperlukan bagi masyarakat.
33 Armada Dikerahkan
Untuk menangani kobaran api, sebanyak 33 unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi.
Pengerahan armada dalam jumlah besar menunjukkan besarnya skala kebakaran yang terjadi. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan sumber api, tetapi juga melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.
Dalam situasi seperti ini, akses menuju lokasi menjadi salah satu faktor penting bagi efektivitas proses pemadaman. Koordinasi antara petugas, aparat keamanan dan masyarakat sangat diperlukan agar proses penanganan dapat berlangsung dengan baik.
Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penelusuran
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Kronologi awal munculnya api dan faktor yang menyebabkan kebakaran berkembang menjadi besar belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Pemulihan Pedagang Menjadi Pekerjaan Besar
Pasca-kebakaran, tantangan berikutnya bukan hanya membersihkan puing-puing bangunan. Pemerintah bersama pihak terkait perlu memikirkan bagaimana masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas kehidupannya.
Para pedagang yang kehilangan tempat usaha tentunya membutuhkan dukungan agar dapat kembali memperoleh penghasilan. Begitu pula warga yang kehilangan barang maupun aset akibat kebakaran membutuhkan pendataan dan penanganan yang tepat.
Pemulihan kawasan Pasar Sungai Duri juga diharapkan dapat dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses pemeriksaan, pendataan dan penanganan keadaan darurat selesai.
Data Sementara
Lokasi : Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
Tanggal kejadian : 20 Agustus 2026
Bangunan ludes : sekitar 50 bangunan
Warga terdampak : sekitar 119 orang
Armada pemadam : 33 unit
Estimasi kerugian : sekitar Rp70 miliar
Seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan verifikasi serta pendataan resmi oleh instansi terkait.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan padat aktivitas ekonomi, sekaligus pentingnya sistem penanganan cepat untuk meminimalkan korban dan kerugian.
CorongKasus.com akan terus mengikuti perkembangan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak kebakaran Pasar Sungai Duri.
Sumber : BPBD Kabupaten Bengkayang, Damkar Bengkayang, Polres Bengkayang, Pemerintah Desa Sungai Duri dan warga setempat.GNTVINDONESIA
Pewarta : Ferry S





