Masyarakat Muslim Singkawang Gelar Sholat Istisqa, Berdoa agar Hujan Turun dan Karhutla Segera Teratasi

@Corongkasus.com.‎SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT— Masyarakat Muslim Kota Singkawang bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan masyarakat muslim singkawang menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan.

‎Kegiatan tersebut dipusatkan di Mess Daerah Kota Singkawang dan menghadirkan KH. Achmad Taufiqurrahman sebagai imam Sholat Istisqa.

‎Pelaksanaan Sholat Istisqa ini merupakan inisiatif masyarakat Muslim Singkawang yang mendapat dukungan dari sejumlah ormas Islam dan masyarakat. Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak sekitar tiga hari sebelum pelaksanaan dengan melibatkan berbagai pihak yang memberikan bantuan dan dukungan.

‎‎Sholat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan belum turunnya hujan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan. Kondisi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

‎‎Sejumlah daerah lain di Kalimantan Barat sebelumnya juga telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk doa dan ikhtiar bersama untuk memohon hujan.

‎Di sisi lain, berbagai upaya penanganan karhutla telah dilakukan oleh pemerintah bersama aparat Kepolisian , TNI dan unsur terkait. Upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan untuk mengendalikan titik-titik kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

‎‎Melalui pelaksanaan Sholat Istisqa ini, masyarakat Muslim Singkawang berharap doa yang dipanjatkan bersama mendapat rahmat dan pertolongan dari Allah SWT dengan diturunkannya hujan yang bermanfaat.

‎“Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat, membantu memadamkan api karhutla, mengurangi kabut asap, serta memberikan keselamatan dan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang,” demikian harapan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

‎Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau dan dampak karhutla. Selain ikhtiar spiritual, masyarakat juga diharapkan terus mendukung langkah pemerintah dan aparat dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan.

‎Dengan semangat kebersamaan antara masyarakat, ormas Islam, TNI, pemerintah, dan unsur terkait lainnya, diharapkan kondisi kemarau dan karhutla di Kalimantan Barat dapat segera teratasi, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, nyaman, dan terbebas dari kabut asap.

‎

‎Pewarta : M.A

‎Sumber : Irza Nursandi

‎Redaksi : Corongkasus.com