CK.COM.PONTIANAK, KALBAR -Kasus tindak kekerasan yang menimpa seorang warga di Pontianak Barat mendapat perhatian serius dari organisasi masyarakat adat Dayak.
Ketua Umum Mangko Merah, Iyen Bagago, didampingi Ormas Bala Adat Dayak atas perintah Ketua Umum Bala Adat Dayak Kalbar dan Bapak Damaskus, hadir langsung mengawal kasus ini agar tidak meluas dan situasi tetap kondusif.
Dalam pernyataan resminya, Iyen Bagago membenarkan identitas korban dan kronologi luka yang dialami.
“Tentang peristiwa yang menimpa saudara kita, korban adalah Alianto Pinus Rapli bin Alina. Beliau mengalami kekerasan fisik, yaitu dibacok dan menderita luka di tangan kiri serta jari tangan sebelah kanan,” ujar Iyen Bagago.
DAD Pontianak Barat Verifikasi Langsung ke Rumah Korban Untuk memastikan kebenaran kejadian dan mencegah disinformasi, Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak Barat, Bapak Aidi, langsung mendatangi rumah korban di Sungai Rengas.
Beliau menegaskan agar masalah ini tidak meluas ke ranah SARA dan meminta keluarga untuk menempuh jalur hukum.
Atas arahan tersebut, orang tua korban resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Barat, didampingi langsung oleh Ketua Umum Mangko Merah dan Ormas Bala Adat Dayak. Keluarga juga akan melaporkan peristiwa ini kepada DAD Pontianak Barat / Kota Pontianak sebagai lembaga adat.
Ritual Adat Basaru Semangat untuk Pemulihan Korban
Tidak hanya pendampingan hukum, aspek adat dan kemanusiaan juga dilakukan. Untuk meredakan trauma dan memulihkan kondisi korban secara spiritual, pihak keluarga telah melaksanakan Ritual Adat Basaru Semangat.
Ritual sakral tersebut dipimpin langsung oleh orang tua korban, bertempat di Sungai Rengas, Pontianak Barat.
Saat ini, perkara pembacokan tersebut telah resmi diserahkan kepada Kapolsek Pontianak Barat untuk diproses lebih lanjut.
“Perkara ini telah diserahkan kepada Kapolsek Pontianak Barat, untuk diproses lebih lanjut dan agar para pelaku ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Iyen.
Iyen Bagago berharap kasus ini menjadi yang terakhir dan diselesaikan dengan keadilan tanpa menimbulkan dendam berkepanjangan antar warga.
“Semoga peristiwa ini selesai dengan baik, keadilan ditegakkan, korban segera pulih sepenuhnya, dan tidak ada lagi dendam di antara kita,” pungkasnya.
/Ulianus Ck/






