Corongkasus.com | Singkawang // Kalbar – Anggota DPRD Kota Singkawang, Messy Tandora, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Hari Ulang Tahun Kapitan Pattimura ke-209 yang digelar meriah di Kota Singkawang., pada Sabtu ( 23/05/2026 ).
Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai penting dalam menjaga persatuan sekaligus melestarikan warisan adat dan seni budaya Indonesia Timur.
Dalam wawancara eksklusif bersama Media di sela kegiatan, Messy Tandora menilai perayaan HUT Pattimura bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi simbol kuat persaudaraan masyarakat lintas budaya di Kota Singkawang.
“Saya sangat mengapresiasi panitia dan seluruh masyarakat yang telah sukses melaksanakan kegiatan HUT Pattimura ke-209 ini. Ini bukan hanya hiburan, tetapi bentuk nyata menjaga warisan budaya dan mempererat persatuan masyarakat,” ujarnya.
Politisi muda tersebut mengatakan bahwa budaya timur memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman modern.
“Kita ingin anak-anak muda di Singkawang tidak melupakan adat istiadat dan budaya leluhur. Budaya adalah identitas bangsa. Kalau bukan generasi muda yang menjaga, siapa lagi,” katanya.
Messy Tandora juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kegiatan budaya di Kota Singkawang. Menurutnya, keberagaman budaya yang ada di Singkawang merupakan aset besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
Baca juga :
“Kegiatan budaya seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Singkawang dikenal dengan keberagamannya, dan budaya Indonesia Timur menjadi bagian penting yang memperkaya wajah pariwisata kota ini,” jelasnya.
Ia mengaku bangga melihat antusias masyarakat yang hadir sejak pagi hingga sore hari menikmati seluruh rangkaian acara, mulai dari tarian adat, bambu gila, lagu daerah, hingga hiburan rakyat dan poco-poco bersama.
“Yang paling penting adalah kebersamaannya. Semua masyarakat hadir tanpa membedakan suku dan latar belakang. Inilah wajah Indonesia yang sebenarnya,” tambahnya.
Messy Tandora juga memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh budaya dan panitia yang terus berkomitmen menjaga tradisi masyarakat timur di Kota Singkawang.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan dan bahkan ditingkatkan setiap tahunnya agar budaya timur tetap hidup dan dikenal generasi mendatang,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup dengan santap papeda bersama dan joget poco-poco yang melibatkan seluruh tamu undangan serta masyarakat yang hadir.
Acara HUT Kapitan Pattimura ke-209 sendiri berlangsung meriah dari pagi hingga malam hari pukul 23.00 WIB dengan hiburan musik dari DJ terkenal dan berpengalaman yang semakin menambah semarak suasana.
Diketahui, nama lengkap dan gelar beliau adalah Messy Tandora, S.H., M.H.. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Singkawang untuk masa jabatan 2024–2029. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai anggota dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Singkawang.
Messy Tandora merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Singkawang 1 meliputi Kecamatan Singkawang Barat dan bertugas sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Singkawang yang membidangi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain aktif sebagai anggota legislatif, Messy Tandora juga menjalankan tugas sebagai anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah ( Bapemperda ) DPRD Kota Singkawang yang memiliki peran penting dalam pembahasan dan penyusunan regulasi daerah demi mendukung pembangunan serta kepentingan masyarakat Kota Singkawang.
Sebagai salah satu tokoh muda yang aktif di dunia politik dan sosial kemasyarakatan, Messy Tandora dikenal dekat dengan masyarakat serta aktif memperjuangkan aspirasi warga di lembaga legislatif. Ia juga dikenal vokal dalam berbagai isu sosial, kepemudaan, budaya, toleransi, dan pembangunan daerah.
Dalam kiprahnya di DPRD, Messy Tandora kerap hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, olahraga, hingga pembinaan generasi muda.
Ia menilai bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh nilai persatuan dan keharmonisan sosial masyarakat.
Menurutnya, Kota Singkawang yang selama ini dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi harus terus menjaga semangat persaudaraan lintas agama, suku, dan budaya.
“Singkawang harus terus menjadi contoh kota yang harmonis dalam keberagaman. Saya berharap Kota Singkawang kembali meraih predikat kota tertoleransi se-Indonesia. Itu harus kita jaga bersama melalui budaya, persatuan, dan rasa saling menghormati,” pungkasnya.
Pewarta : Ferry S





