CK.COM.Kalimantan Timur,Kaltim Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menuntut klarifikasi dari Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) terkait hilangnya tulisan falsafah Dayak “Adil ka’ talino bacuramin ka’ saruga basengat ka’ jubata” di pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur. Falsafah ini merupakan bagian integral dari identitas budaya Dayak yang telah disepakati dalam pertemuan internasional suku Dayak di Sabah, Malaysia, pada 2010./24/02/2026/
Sekretaris Jenderal MADN, Yakobus Kumis, menyatakan bahwa organisasi tersebut akan segera meminta klarifikasi kepada Kepala OIKN, Basuki Hadi Mulyono, terkait penyebab hilangnya tulisan tersebut. “Kami meminta agar pihak OIKN segera menjelaskan kenapa tulisan falsafah Dayak hilang dari pintu gerbang IKN,” ujarnya.

Presiden MADN, Marthin Billa, menekankan bahwa pembangunan IKN harus berlandaskan pada prinsip-prinsip kebudayaan, khususnya budaya masyarakat lokal Kalimantan, termasuk suku Dayak. “Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menjadikan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri IKN,” tegasnya.
Tidak hanya itu, berbagai Ormas dan OKP Dayak serta masyarakat Kalimantan Barat juga menuntut agar pemerintah IKN memberikan sanksi adat kepada pelaku yang bertanggung jawab atas hilangnya falsafah Dayak tersebut. “Kami minta sanksi adat bagi yang bersalah, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata seorang perwakilan ormas Dayak.
MADN berharap proses penyelidikan terkait hilangnya tulisan ini dapat dilakukan secara transparan dan objektif, serta elemen budaya yang hilang dapat dikembalikan atau mendapatkan penanganan yang sesuai dengan nilai budayanya.
Hingga saat ini, OIKN belum memberikan tanggapan resmi terkait permasalahan ini. Kehilangan falsafah Dayak ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembangunan IKN.
Sumber:MADN,
Pewarta: Ulianus CK,






