Haul ke-10 Habib Amin Al hinduan, Lautan Jemaah Padati Makarim El Akhlak Singkawang

Oplus_131072

 

Corongkasus.com ~ Singkawang / Kalimantan Barat — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Makarim El Akhlak saat ribuan jemaah dari berbagai daerah menghadiri Haul Akbar ke-10 Al Habib Amin bin Muhsin Al hinduan, Sabtu (2/5/2026) malam.

Peringatan satu dekade wafatnya ulama kharismatik tersebut berlangsung khidmat, menjadi momentum spiritual yang mempertemukan para murid dan pecinta beliau dari berbagai penjuru tanah air.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama istri Erlina Ria Norsan, Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie, serta Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa haul ini menjadi bukti nyata kuatnya warisan keilmuan dan spiritualitas yang ditinggalkan Habib Amin Al hinduan. Ia menilai ajaran tasawuf dan zikir yang diajarkan almarhum terus hidup dan diamalkan oleh para pengikutnya hingga kini.

“Sepuluh tahun telah berlalu, namun ajaran beliau tetap membumi. Antusiasme jemaah yang hadir malam ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan masih menjadi pegangan dalam kehidupan umat,” ujarnya.

Menurutnya, Tarekat Naqsyabandiyah yang dibawa Habib Amin telah berkembang luas di Kalimantan Barat, menjadi bukti ketulusan seorang ulama dalam membimbing umat. Jejak perjuangan tersebut, kata dia, tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dilanjutkan oleh para murid.

Ria Norsan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter.

Baca juga :

Ia menyebut pesantren sebagai pilar penting dalam mencetak generasi berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Sinergi ulama dan umara telah terbukti dalam sejarah sebagai fondasi kuat pembentukan peradaban bangsa. Dari pesantren lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” tambahnya.

Ia turut mengapresiasi kontribusi ulama dan santri dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama dalam merawat keberagaman Indonesia.

Sementara itu, Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa dakwah Habib Amin Al hinduan memiliki karakter yang menyejukkan dan inklusif. Ia menilai pendekatan tersebut sangat relevan dalam menjaga keharmonisan masyarakat multikultural seperti Singkawang.

“Beliau mengajarkan nilai-nilai persatuan dan kedamaian yang mampu merangkul semua golongan. Ini menjadi teladan penting bagi kita dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.

Tjhai Chui Mie berharap, para penerus di Pondok Pesantren Makarim El Akhlak dapat terus melanjutkan perjuangan dakwah tersebut dengan istiqamah, sehingga nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Haul ke-10 ini bukan sekadar peringatan, melainkan juga refleksi atas warisan spiritual yang terus mengalir, memperkuat ikatan umat, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman Kota Singkawang.

 

Sumber : Media Center

Pewarta : Ferry S