Gelapnya Jalan Trans Kalimantan Bundaran–Desa Durian: Antara Risiko Kecelakaan dan Kerawanan Warga Sungai Ambawang desak Pemkab Kubu Raya dan PLN segera pasang PJU_

CK.COM.Kubu Raya Kalbar Jalan Trans Kalimantan ruas Bundaran hingga Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, masih diselimuti gelap gulita setiap malam. Kondisi minim penerangan ini bukan sekadar soal kenyamanan. Ia telah menjelma menjadi persoalan keselamatan publik dan keamanan kolektif warga./1/6/2026/

Dalam surat permohonan yang disampaikan masyarakat kepada Bupati Kubu Raya serta PT PLN Persero, warga menegaskan belum adanya lampu penerangan jalan umum di sepanjang ruas tersebut. Akibatnya, jarak pandang pengendara terbatas. Marka jalan, lubang, hingga kendaraan dari arah berlawanan sulit terdeteksi. Risiko kecelakaan lalu lintas meningkat tajam, terutama bagi pengendara roda dua yang menjadi mayoritas pengguna jalan.

Lebih dari itu, gelapnya jalan membuka ruang bagi kerawanan sosial. Minimnya pencahayaan menciptakan “ruang kosong” yang rawan dimanfaatkan untuk tindak kriminal seperti pemalakan, pencegatan, hingga perampokan. Bagi warga Desa Durian dan sekitarnya, melintas malam hari menjadi kalkulasi risiko, bukan sekadar mobilitas biasa.

“Keadaan ini membuat kami tidak aman beraktivitas malam. Jalan yang seharusnya menghubungkan, justru memisahkan warga dari rasa aman,” tulis perwakilan masyarakat dalam permohonannya.

PJU sebagai infrastruktur dasar, bukan pelengkap Secara konseptual, penerangan jalan umum adalah bagian dari hak dasar warga atas rasa aman dan keselamatan di ruang publik. Dalam konteks pembangunan wilayah perbatasan dan penghubung seperti Trans Kalimantan, PJU berfungsi ganda: mengurangi angka kecelakaan dan menegakkan ketertiban sosial.

Ketiadaan PJU di ruas vital ini menimbulkan pertanyaan tentang prioritas pembangunan. Padahal, biaya sosial akibat kecelakaan dan kriminalitas jauh lebih besar dibanding investasi pemasangan lampu. Studi urban planning menyebut, jalan yang terang dapat menurunkan 20-30% kasus kecelakaan malam dan menekan peluang tindak kriminal.

Tuntutan warga: Survei dan aksi nyata Masyarakat tidak hanya meminta, tapi juga menawarkan kolaborasi. Mereka berharap Pemkab Kubu Raya melalui Dinas Perhubungan Bidang PJU dan PLN segera melakukan survei lapangan serta pemasangan lampu di titik-titik rawan. Lampiran foto kondisi jalan malam dan daftar dukungan warga disiapkan sebagai bukti empiris.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Kubu Raya maupun PLN ULP Sungai Raya terkait jadwal penanganan. Sementara itu, warga masih menaruh harapan bahwa permohonan ini tidak berhenti sebagai arsip, melainkan berujung pada tiang lampu yang benar-benar menyala.

Karena pada akhirnya, terang bukan hanya soal watt dan kabel. Terang adalah jaminan negara hadir di ruang paling dasar kehidupan warganya: jalan yang aman untuk pulang.

/Ulianus CK/