Polisi Kumpul Bersama Masyarakat di Singkawang: Warga Sampaikan Keluhan, Kapolres Siap Terima Kritik

 

Corongkasus.com – Singkawang, Kalimantan Barat – Polres Singkawang menggelar kegiatan “Polisi Kumpul Bersama Masyarakat” di Cafe Tower, Jalan H. Tabrani Ahmad, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Rabu (21/10/2026). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dalam suasana santai namun dialogis.

Acara ini dihadiri Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, S.E., M.H., dan Wakapolres Kompol Eko Andi Sutejo, S.H., M.M. Hadir pula para PJU Polres, Kapolsek Singkawang Barat, Kapolsek Singkawang Tengah, dan personel Polres Singkawang.

Dari unsur masyarakat, sekitar 40 orang hadir, terdiri dari unsur pemerintah, insan PERS, pengacara, LBH Rakha, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus KONI, FKUB, komunitas, pemuda, dan warga.

Kapolres: Kegiatan Berlanjut ke Lima Kecamatan, Siap Terima Kritik

Dalam wawancara, Kapolres Dody Yudianto Arruan menjelaskan bahwa kegiatan serupa akan terus berlanjut dengan lokasi berpindah-pindah ke lima kecamatan di Kota Singkawang, mencakup wilayah utara, timur, selatan, dan barat. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya.

Berbagai masukan yang diterima selama ini, kata Kapolres, mencakup penanganan kasus hukum seperti peredaran narkoba hingga persoalan keamanan sosial, di antaranya anak di bawah umur yang masih berkeliaran pada malam hari.

Kapolres menegaskan, Polres Singkawang siap menerima kritik dan saran yang membangun demi meningkatkan kualitas pelayanan serta penegakan hukum agar semakin baik dan profesional.

Wawancara Kapolres dan Wakil Walikota Singkawang 

 

Wakil Wali Kota: Apresiasi dan Dorong Sinergi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Muhammadin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan program kepolisian lainnya yang digagas Polres Singkawang.

Ia menyatakan, Pemerintah Kota Singkawang, mulai dari wali kota, wakil wali kota, hingga jajaran pemerintah daerah, bersama kepolisian, LBH, dan masyarakat terus berupaya meningkatkan koordinasi demi menjaga keamanan, ketertiban, serta menangani persoalan sosial secara langsung.

Wakil Wali Kota juga menilai pertemuan ini sebagai sarana yang baik bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun kritik secara terbuka kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia menyebut masalah anak di bawah umur dan narkoba menjadi perhatian khusus, serta menegaskan perlunya dukungan terhadap tindakan nyata untuk memberantasnya. Tujuannya, kata dia, menciptakan kota yang aman dan nyaman agar generasi muda dapat meneruskan perjuangan.

LBH Rakha Soroti Perkara yang Berlarut-larut

Ketua LBH Rakha, Roby Sanjaya, menyampaikan bahwa sejumlah perkara yang ditangani lembaganya berjalan berlarut-larut tanpa penyelesaian, bahkan ada yang lebih dari satu tahun. Ia berharap ada solusi dan kepastian, termasuk dalam penerapan undang-undang yang baru.

Wakil Ketua LBH Rakha, Hariyanto, menambahkan bahwa perkara yang dilaporkan lebih dari setahun lalu belum ada tindak lanjut. Menurutnya, jika barang bukti sudah cukup, tidak ada salahnya penyidik meningkatkan status perkara.

Hariyanto menyambut baik kegiatan ini sebagai ruang penyampaian aspirasi secara terbuka. Ia menyoroti kekerasan terhadap anak di bawah umur di Singkawang yang menurut pengamatannya sekitar 35 persen, dan masih ada korban yang tidak melapor. Ia juga menyinggung keresahan warga atas begal dan penarikan kendaraan secara paksa oleh debt collector, serta meminta Polres memberi motivasi kepada anak di bawah umur yang masih berada di kafe dan tempat hiburan malam hingga larut malam.

Tokoh Masyarakat, FKUB, dan KONI Beri Masukan

Tokoh masyarakat Ahmad Yani menilai Ketua RT adalah garda terdepan pemerintah yang paling memahami kondisi lapangan. Ia berharap pertemuan seperti ini terus berlanjut dan masyarakat diberi pemahaman agar lebih waspada.

Ketua FKUB Singkawang, Azhari, berterima kasih kepada pemerintah dan Polres yang hadir di tengah masyarakat lewat Safari Subuh dan Jumat Keliling. Ia berpesan agar kegiatan serupa juga menjangkau umat agama lain pada hari Minggu, dan meminta semua pihak menjaga kerukunan.

Ketua KONI Singkawang, Bambang Setiadi, S.H., mengungkapkan bahwa pada 2002 telah dibentuk Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT). Ia menilai polisi dengan keterbatasannya membutuhkan informasi dari masyarakat, termasuk pemetaan wilayah rawan dan modus transaksi yang kini dilakukan di jalan dengan cara dilempar. Ia mengusulkan pembentukan kelompok sadar narkoba di setiap RT. Mengingat kondisi geografis Singkawang, ia menilai pemberantasan narkoba tidak cukup dengan langkah represif, tetapi harus diimbangi pendekatan preventif.

Kapolres: Tidak Usah Ragu, Propam Siap Menindaklanjuti

Menanggapi masukan tersebut, Kapolres menyebut laporan soal begal dan penarikan kendaraan di jalan menjadi atensi pihaknya. Ia menegaskan perkembangan penanganan perkara yang dilaporkan masyarakat juga menjadi perhatian khusus Kapolri, dan meminta warga tidak ragu menyampaikan keluhan.

Jika komunikasi dengan penyidik kurang lancar, masyarakat dapat datang langsung ke bagian Provos atau Kasi Propam. Bila ada indikasi penyidik tidak profesional, Propam akan menindaklanjuti. Kapolres mengingatkan bahwa penanganan perkara memiliki tahapan penyelidikan dan penyidikan, dan perkembangannya dapat dipantau melalui SP2HP.

Soal kekerasan terhadap anak, baik sebagai korban maupun pelaku, Kapolres menyebut penanganannya telah diatur undang-undang dan menjadi atensi bersama. Untuk anak di bawah umur yang berada di kafe, tempat biliar, dan sejenisnya, ia menekankan peran orang tua dan masyarakat di samping upaya kepolisian. Masyarakat juga diimbau melaporkan gangguan kamtibmas melalui layanan 110 agar penanganan lebih cepat.

Kapolres menyampaikan bahwa “Polisi Kumpul Bersama Masyarakat” akan digelar setiap Rabu, di samping program rutin Subuh Keliling (Safari Subuh), Jumat Keliling, dan Minggu Kasih.

Kapolsek Singkawang Barat: Tegur Tempat Hiburan

Kapolsek Singkawang Barat menyampaikan pihaknya telah beberapa kali menindak anak-anak yang berada di luar rumah pada jam rawan. Setelah mendapat informasi adanya anak di bawah umur di salah satu tempat hiburan, ia memastikan kebenarannya lalu memberikan teguran dan imbauan agar pengelola tidak membiarkan anak di bawah umur berada di sana. Ia meminta dukungan masyarakat untuk menjaga generasi muda.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Para peserta dari berbagai latar belakang tampak antusias berbaur dan berdiskusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid dalam mewujudkan Singkawang yang aman, kondusif, dan harmonis.

Pewarta  : Ferry S

Sumber   : Liputan lapangan – Wawancara Kapolres – Wakil Walikota Singkawang – Polres Singkawang