Peringatan Kemerdekaan RI oleh Tim Ekspedisi Khusus di Kawah Purba Galunggung dan Batu Ampar: Upaya Pelestarian Warisan Leluhur

CK.com.Tasikmalaya, 19 Agustus 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, sebuah tim ekspedisi khusus yang dipimpin oleh Abah H. Anton Charliyan, Irjen Pol Purn. menggelar upacara bendera di dua lokasi sakral di Gunung Galunggung: Kawah Purba Galunggung dan Batu Ampar. Kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang telah berlangsung sejak 2017, berakar pada amanat leluhur Sunda yang tertuang dalam Naskah Kuno Galuh, sebuah dokumen bersejarah dari abad ke-16.

Peringatan kemerdekaan di puncak Gunung Galunggung tidak hanya sekedar upacara simbolis. Menurut Abah Anton, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan wilayah teritorial yang disebut dalam Naskah Kuno Amanat Galunggung. Naskah ini menegaskan pentingnya menjaga “Kabuyutan Galunggung” dari ancaman asing, dengan menyatakan bahwa siapa pun yang gagal melindungi wilayah ini akan kehilangan martabatnya.

“Ini adalah bentuk cinta tanah air dan warisan leluhur yang konkret, terpatri dalam sebuah naskah sejarah yang harus kita hormati dan jaga,” ujar Abah Anton. Hal ini juga didukung oleh para ahli sejarah dan budaya seperti Prof. Agus Aris Munandar dan Prof. Titik Puji Astuti, yang menegaskan bahwa Galunggung memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Sunda.

Upacara peringatan kemerdekaan ini dilakukan di dua titik utama: Kawah Purba Galunggung yang berada di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut, dan Batu Ampar, yang merupakan ujung dari Parit Galunggung. Kedua lokasi ini dipilih berdasarkan referensi sejarah dan amanat dalam Naskah Kuno Amanat Galunggung, yang menyatakan bahwa wilayah ini harus dijaga dan dilindungi.

Tim yang beranggotakan tujuh orang, termasuk Ketua Tim Hadi Permana dan anggota lainnya seperti Dadang Ruslian dan Apon Sumuati, berhasil mengibarkan bendera Merah Putih tepat pada pukul 10.00 WIB, 17 Agustus 2024. Selain upacara, mereka juga memperbaiki monumen Kabuyutan Kawah Purba yang sebelumnya dirusak oleh pendaki lain.

Abah Anton dan timnya berharap bahwa masyarakat, terutama para pendaki dan pecinta alam, turut menjaga kelestarian situs bersejarah ini. Mereka mengimbau agar setiap orang yang mendaki Gunung Galunggung untuk tidak merusak, melainkan turut menjaga monumen dan situs budaya yang ada di sana.

“Ini bukan hanya sekadar upacara, ini adalah tugas suci yang kami emban sebagai perwakilan masyarakat Sunda Galuh, yang paham akan adat, tradisi, dan amanat para leluhur,” tegas Abah Anton.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dapat dilakukan di institusi resmi, tetapi juga melalui berbagai cara yang mencerminkan penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya. Gunung Galunggung, dengan segala kekayaan sejarahnya, akan terus menjadi saksi bisu dari upaya masyarakat Sunda dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.

Red,,