Koperasi Mina Usaha Gelar RAT 2025, Bahas Kebangkitan Ekonomi Nelayan dan Aktivasi Pabrik Es TPI

Oplus_131072

 

@Corongkasus.com  ~ Singkawang / Kalbar — Koperasi Mina Usaha Kota Singkawang melaksanakan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu, 24 Mei 2026, di Kantor Koperasi Mina Usaha yang berlokasi di Kompleks Pasar Semi Modern Alianyang, Kota Singkawang., Rabu ( 27/05/2026 ).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 65 persen dari total anggota koperasi, serta turut dihadiri perwakilan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Singkawang, pengurus Koperasi Merah Putih Kota Singkawang, dan Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kota Singkawang.

RAT tahun ini mengusung tema “Memantapkan Keanggotaan dan Menyempurnakan Usaha Menuju Koperasi Mandiri”, sebagai bentuk komitmen koperasi dalam memperkuat sektor usaha perikanan dan kesejahteraan nelayan di Kota Singkawang.

Baca juga :

https://corongkasus.com/majelis-talim-indahnya-kebersamaan-singkawang-sembelih-15-hewan-qurban-di-panti-asuhan-achmad-yani/

Dalam rapat tersebut, pengurus koperasi memaparkan sejumlah agenda kerja prioritas, di antaranya pengembangan usaha penampungan hasil tangkapan ikan nelayan, serta rencana mengaktifkan kembali pabrik es yang berada di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Program tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan laut.

Ketua Koperasi Mina Usaha, Sofian Hadi, menjelaskan bahwa koperasi memiliki sejarah panjang dalam mendukung aktivitas nelayan di wilayah pesisir Singkawang.

Dalam wawancaranya bersama jurnalis CorongKasus.com, Sofian memaparkan bahwa cikal bakal koperasi tersebut bermula pada tahun 1951 melalui berdirinya Koperasi Lautan Teduh atau dikenal dengan nama Kopinna.

“Pada tahun 1951 berdiri koperasi untuk mengakomodir para nelayan dan penangkap ikan. Saat itu koperasi berada di tiga wilayah, yakni Sedau, Setapuk dan Singkawang,” ungkap Sofian.

Ia menjelaskan, seiring perkembangan waktu, tiga koperasi tersebut kemudian bergabung dan membentuk Koperasi Mina Usaha yang memiliki cakupan wilayah lebih luas di Kota Singkawang. Pada masa itu, koperasi berfungsi membantu pengelolaan sektor perikanan serta penarikan retribusi hasil perikanan.

Namun dalam perjalanannya, koperasi sempat mengalami kevakuman selama beberapa tahun akibat berbagai kendala operasional dan keterbatasan sumber daya.

“Pada tahun 2015 koperasi mulai bangkit kembali dengan struktur kepengurusan baru, dan saya dipercaya untuk memimpin Koperasi Mina Usaha hingga saat ini,” jelasnya.

Menurut Sofian, kebangkitan koperasi tidak lepas dari semangat para anggota yang ingin menghidupkan kembali ekonomi nelayan lokal. Berbagai terobosan dan upaya sinergi dengan pemerintah daerah terus dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.

“Kami mengharapkan uluran tangan dan perhatian dari pemerintah untuk mewujudkan program kerja koperasi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini para nelayan masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan modal usaha dan sarana penangkapan ikan.

“Disini kami terbentur modal usaha. Anggota juga belum bisa optimal dalam menangkap ikan karena perahu, kapal tangkap dan mesin yang dimiliki masih kurang memadai,” tambahnya.

Sofian berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, koperasi dan masyarakat nelayan agar sektor perikanan di Singkawang dapat berkembang lebih baik.

“Perhatian dan kerja sama pemerintah bersama koperasi kepada nelayan akan membuahkan hasil terbaik dalam dunia kemaritiman dan perikanan,” pungkasnya.

Kegiatan RAT berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan sesi diskusi bersama anggota koperasi terkait pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan nelayan di Kota Singkawang.

Pewarta : Ferry S