Ketua BPD Batu Ampar Buka Suara Soal Polemik Arang: Itu Stok Lama 8 Bulan Lalu, Bukan Hasil Tebang Baru

CK.COM.KUBU RAYA, KALBAR -Polemik terkait pengiriman arang dari Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Ketua BPD Desa Batu Ampar, Rusli./1/10/2026/

Dalam pernyataan resmi kepada awak media, Rusli menegaskan bahwa arang yang menjadi persoalan dalam tiga hari terakhir  adalah stok lama, bukan hasil pembakaran atau penebangan hutan yang baru.

“Kami sampaikan apa adanya, secara jujur dan terperinci. Sebelum pemberlakuan larangan pembakaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu raya pada bulan Mei lalu, masyarakat telah menyusun dan menandatangani surat pernyataan di atas materai. Di dalamnya tercantum komitmen tegas bahwa tidak akan melakukan penebangan maupun pembakaran hutan lagi,” ujar Rusli.

Ia menjelaskan, arang yang ada saat ini adalah sisa produksi yang sudah dibuat sejak sekitar delapan bulan lalu, jauh sebelum larangan Bupati berlaku.

“Arang yang ada saat ini adalah sisa produksi yang sudah dibuat sejak sekitar delapan bulan lalu, yaitu sebelum larangan berlaku, bukan hasil penebangan atau pengolahan kayu baru. Bersama ini terlampir surat pernyataan masyarakat, serta surat permohonan dari Pemerintah Desa yang ditandatangani Kepala Desa. Kami memohon agar sisa barang yang sudah ada boleh dijual untuk menyambung kelangsungan hidup warga,” jelasnya.

Apresiasi Solusi Bupati dan Komitmen Jaga Hutan Mewakili masyarakat Desa Batu Ampar, Rusli juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E.M.Sos.yang dinilai telah memberikan solusi nyata bagi transisi mata pencaharian warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati H. Sujiwo yang telah memberikan solusi jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Beberapa program tersebut sudah mulai berjalan: pembentukan ruang publik, pengembangan tempat wisata, rehabilitasi hutan bakau, serta pembibitan mangrove,” ungkapnya.

Kesadaran warga untuk menjaga lingkungan, kata Rusli, kini telah tumbuh signifikan.

“Alhamdulillah, kesadaran warga sudah tumbuh. Masyarakat yang dulunya terbiasa menebang kini mulai sadar. Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah melakukan penanaman bibit mangrove seluas 25 hingga 30 hektare. Kunjungan Bapak Bupati pada bulan Juli dan Agustus lalu ke Desa Batu Ampar, yang menanam bibit secara simbolis bersama rombongan, semakin memotivasi kami,” bebernya.

Rusli berharap perhatian pemerintah daerah tetap berlanjut. Pasalnya, tiga dusun pengrajin arang di Batu Ampar berjumlah 1.280 Kepala Keluarga dengan sekitar 3.200 jiwa yang selama ini bergantung pada penghasilan tersebut.

“Bantuan peralatan dan dukungan bagi nelayan serta peluang usaha lain yang disiapkan Bapak Bupati sudah mulai kami rasakan, sebagai jalan peralihan mata pencaharian. Warga siap menjaga lingkungan dan tidak akan mengeksploitasi hutan kembali, meskipun mata pencaharian ini sudah turun-temurun dijalankan,” pungkas Rusli.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan sebenar-benarnya sebagai bentuk komitmen masyarakat Batu Ampar untuk patuh pada aturan dan mendukung program pelestarian lingkungan.

/ulianus Ck/