CK.COM.KUBU RAYA — ormas bala adat Dayak dikubu raya Kalimantan Barat kembali berduka. Marsiánus Joni, Sekretaris Bala Adat Dayak Kabupaten Kubu Raya, meninggal dunia pada Senin, 27 Juli 2026 sore. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan sakit sejak Mei 2026.
Kepergian yang akrab disapa “Wa’ Jon” ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Bala Adat Dayak dan masyarakat adat di Kubu Raya.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum Bala Adat Dayak, ULIANUS,S.Pd., menyampaikan belasungkawa dan mengajak seluruh anggota Bala Sengkawa.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima segala amal baik beliau, mengampuni segala khilaf, dan menempatkan beliau di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Amin,” ujar Ulianus.
Selama menjabat sebagai Sekretaris, almarhum dikenal sangat aktif dalam dua garis perjuangan utama Bala Adat: pembinaan generasi muda dan pelestarian seni budaya leluhur.
Di tengah arus modernisasi, peran Wa’ Jon dinilai penting untuk menjaga agar nilai-nilai adat tidak tergerus waktu. Ia kerap hadir dalam kegiatan pelatihan, pertemuan adat, hingga forum diskusi kebudayaan di tingkat kabupaten.
Salah satu kalimatnya yang sering diulang dan kini menjadi pengingat:
_”Wa’ Jon tidak ada di mana-mana, tapi ada di mana-mana”_
Kalimat itu mencerminkan semangat pengabdian yang tidak terikat ruang dan waktu, dedikasi yang menjangkau banyak orang tanpa pamrih.
*KONTEKS BUDAYA*
Bala Adat Dayak memiliki fungsi strategis sebagai penjaga nilai, hukum adat, dan identitas kolektif masyarakat Dayak. Di Kabupaten Kubu Raya yang merupakan salah satu pusat pemukiman Dayak di Kalbar, keberadaan pengurus seperti almarhum menjadi jembatan antara generasi tua pemegang tradisi dengan generasi muda yang menjadi penerus.
Kehilangan seorang sekretaris yang aktif membina generasi muda menjadi catatan penting bagi keberlanjutan organisasi. Tantangan ke depan adalah bagaimana semangat Wa’ Jon diteruskan agar proses regenerasi dan pelestarian budaya tetap berjalan.
“Selamat jalan, adik dan sahabat seperjuangan. Perjuanganmu akan selalu abadi di hati kami,” tutup pernyataan resmi Bala Adat Dayak Kabupaten Kubu Raya.Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan
/Ulianusck/






