Kapolres Sekadau: Pendidikan Pesantren Kunci Cegah Kenakalan dan Kriminalitas Remaja

Corongkasus.com,SEKADAU – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Nurul Hikmah Sekadau menggelar Haflah Akhir Sanah dan Wisuda Huffazhul Qur’an sebagai bentuk apresiasi atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan serta menghafal Al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PPTQ Nurul Hikmah, Jalan Amaliyah, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (21/6/2026), dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, wali santri, dan para santri.

Dalam laporannya, panitia pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat.

Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, berbagai persoalan sosial di masyarakat, termasuk kekerasan seksual terhadap anak dan tindak kriminalitas lainnya, dapat diminimalkan melalui pembinaan keimanan dan akhlak yang kuat sejak dini.

“Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter. Dari lingkungan pesantren diharapkan lahir generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kapolres berharap PPTQ Nurul Hikmah terus berkembang dan memperluas kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, pengurus PPTQ Nurul Hikmah menjelaskan bahwa lembaga tersebut saat ini menyelenggarakan pendidikan formal pada jenjang SMP dan SMA, serta pendidikan nonformal mulai dari tingkat taman kanak-kanak. Meski masih dalam tahap pengembangan, pondok pesantren tersebut diharapkan mampu melahirkan santri yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Pengurus juga menyampaikan bahwa penerimaan peserta didik baru telah ditutup karena keterbatasan kapasitas. Untuk mendukung proses pembinaan santri, pihak pondok mengharapkan kerja sama masyarakat dalam memberikan pengawasan dan informasi apabila terdapat santri yang melakukan pelanggaran atau keluar dari lingkungan pondok tanpa izin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau, Damsir, menegaskan bahwa wisuda tahfidz bukanlah akhir dari proses pembelajaran Al-Qur’an, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan orang tua kepada pondok pesantren merupakan langkah tepat dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus berakhlak mulia. Ia menambahkan, pengembangan pendidikan Islam terus dilakukan, termasuk melalui rencana pendirian pondok pesantren di sejumlah kecamatan guna memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat.

Damsir berharap para wisudawan tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Aziz Muslim. Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Pewarta: Ahmad Yani

Editor : DM MPGI