@Corongkasus.com Singkawang, Kalimantan Barat– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Singkawang memutuskan tidak mengirimkan delegasi pada Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan GMNI Kalimantan Barat 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026.
Keputusan tersebut ditegaskan melalui siaran pers yang dikeluarkan DPC GMNI Kota Singkawang pada Sabtu (27/6/2026). Sikap itu merupakan hasil konsolidasi internal yang melibatkan jajaran pengurus cabang bersama Dewan Pimpinan Komisariat (DPK).
Ketua DPC GMNI Kota Singkawang, Johriansyah, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjaga independensi, merawat persatuan kader, serta memastikan setiap kebijakan organisasi didasarkan pada kepentingan kelembagaan, bukan kepentingan individu maupun kelompok.
”DPC GMNI Kota Singkawang tidak memberikan mandat ataupun mengirimkan delegasi resmi untuk mengikuti Konferda. Apabila terdapat kader yang hadir secara pribadi, maka kehadiran tersebut merupakan tanggung jawab individu dan tidak dapat dimaknai sebagai representasi maupun sikap resmi organisasi,” ujar Johriansyah.
Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap pelaksanaan Konferda maupun mekanisme demokrasi organisasi.
”Kami menghormati Konferda sebagai forum konstitusional organisasi. Namun, DPC GMNI Kota Singkawang memilih tetap berdiri pada posisi independen dan tidak mengambil bagian dalam kontestasi politik organisasi yang sedang berkembang. Sikap ini merupakan hasil keputusan kolektif organisasi, bukan karena keberpihakan kepada pihak tertentu maupun penolakan terhadap forum organisasi,” katanya.
Menurut Johriansyah, setiap cabang memiliki hak menentukan sikap organisasi sesuai pertimbangan masing-masing. Karena itu, pihaknya menghormati setiap pilihan cabang maupun kader, tetapi menegaskan bahwa penghormatan tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai pemberian mandat ataupun dukungan kelembagaan kepada pihak mana pun.
Dalam pernyataannya, DPC GMNI Kota Singkawang juga menyoroti dinamika internal GMNI yang telah berlangsung hampir lima tahun. Menurut mereka, kondisi tersebut telah menguras perhatian dan energi organisasi sehingga menghambat pelaksanaan fungsi utama GMNI sebagai organisasi kader, organisasi perjuangan, dan organisasi intelektual.
DPC GMNI Kota Singkawang menilai sudah saatnya seluruh energi organisasi diarahkan kembali pada agenda-agenda strategis, seperti penguatan kaderisasi ideologis, konsolidasi kelembagaan, pengembangan kapasitas intelektual kader, hingga pengabdian kepada masyarakat.
”Hampir lima tahun kita berada dalam dinamika organisasi yang panjang. Sudah saatnya seluruh energi kader tidak lagi habis dalam konfigurasi politik internal, tetapi dikembalikan kepada tugas utama organisasi, yaitu membangun kader, memperkuat organisasi, melahirkan gagasan, serta menjawab persoalan rakyat dan bangsa,” tegas Johriansyah.
Lebih lanjut, DPC GMNI Kota Singkawang berpandangan bahwa persatuan organisasi merupakan kebutuhan yang mendesak. Namun, persatuan tersebut dinilai akan memiliki legitimasi yang lebih kuat apabila diwujudkan secara menyeluruh dan definitif, mulai dari tingkat nasional hingga daerah.
Menurut mereka, dinamika di tingkat nasional hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan sehingga persatuan yang hanya terjadi pada sebagian tingkatan organisasi masih berpotensi menyisakan persoalan legitimasi di kemudian hari.
”Persatuan yang kami cita-citakan bukanlah persatuan yang bersifat parsial. Kami menginginkan persatuan yang dimulai dari tingkat nasional hingga daerah sehingga GMNI memiliki satu legitimasi organisasi, satu arah perjuangan, dan satu kepemimpinan yang mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh kader,” ujarnya.
DPC GMNI Kota Singkawang juga mengajak seluruh kader menjadikan momentum Konferda sebagai ruang refleksi bersama untuk memperkuat organisasi agar lebih adaptif dalam menjawab tantangan sosial, politik, ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berbagai persoalan kebangsaan.
Menurut mereka, organisasi mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyelenggarakan forum-forum organisasi, tetapi juga harus melahirkan kader yang berintegritas, memiliki karakter ideologis, menghasilkan gagasan progresif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berpihak kepada rakyat sesuai nilai-nilai Marhaenisme.
”Persatuan bukanlah tujuan akhir. Persatuan merupakan prasyarat agar GMNI dapat kembali menjalankan tugas sejarahnya sebagai organisasi kader, organisasi perjuangan, dan organisasi intelektual yang mampu membaca perkembangan zaman, melahirkan gagasan, serta terus hadir di tengah persoalan rakyat. Itulah semangat yang ingin kami jaga melalui sikap organisasi yang kami ambil hari ini,” tutup Johriansyah.
Sebagai penutup, DPC GMNI Kota Singkawang berharap seluruh rangkaian Konferda Persatuan GMNI Kalimantan Barat
2026 dapat berlangsung secara demokratis, konstitusional, dan bermartabat, serta menghasilkan keputusan yang memperkuat persatuan organisasi.
DPC GMNI Kota Singkawang juga menyatakan siap berpartisipasi aktif dalam setiap upaya konsolidasi untuk persatuan secara utuh dan mendukung hasil konferda sepanjang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan dan membawa resolusi yang baik untuk organisasi kedepan.
Pewarta: M.A
Editor : DM
Sumber : Johriansyah (Ketua GMNI Singkawang)






