Atasi Krisis Air, Pemdes Kuala Mandor B Bersama PMI Provinsi dan Kecamatan Salurkan Air Bersih

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 37;

CK.COM.KUALA MANDOR B, Kubu Raya Kalbar ,Pemerintah Kecamatan Kuala Mandor B bersama PMI Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Desa Kuala Mandor B melaksanakan pembagian air bersih di Desa Kuala Mandor B,(29/8/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai langkah tanggap darurat menghadapi keterbatasan air bersih yang dialami warga di sejumlah dusun akibat musim kemarau.

Sinergi Tiga Lini: Kecamatan, PMI, dan Desa

Camat Kuala Mandor B,*Brian Kurniawan,S.STP.,M.AP.*, menyampaikan bahwa kolaborasi ini penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

“Air adalah kebutuhan dasar. Ketika warga mengalami kesulitan, maka pemerintah dan lembaga kemanusiaan harus hadir bersama. Kami berterima kasih kepada PMI Provinsi atas respons cepatnya,” ujar Brian.

Senada, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan, *Amir*, menjelaskan penyaluran dilakukan berdasarkan data kerentanan. Prioritas diberikan kepada lansia, ibu dengan balita, dan rumah tangga yang sumber airnya sudah kering.

“Kami ingin distribusinya tepat sasaran dan merata. Ini bentuk kepedulian kita agar tidak ada warga yang tertinggal,” kata Amir.

Kepala Desa: Warga Sangat Terbantu

*Muhammad Ali*, Kepala Desa Kuala Mandor B, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut bantuan air bersih sangat meringankan beban warganya.

“Kami atas nama pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat dan PMI Provinsi. Saat ini beberapa sumur warga sudah mulai surut. Dengan adanya bantuan ini, warga bisa memenuhi kebutuhan memasak dan minum untuk beberapa hari ke depan,” ungkap Muhammad Ali.

Ia juga berharap ke depan ada solusi jangka panjang. “Bantuan seperti ini sangat membantu, tapi kami juga butuh dukungan untuk pembangunan infrastruktur air bersih agar warga tidak terus-menerus bergantung pada bantuan saat kemarau,” tambahnya.

Catatan: Dari Respons Darurat ke Kebijakan Air Berkelanjutan

Penyaluran air bersih ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi pemerintah kecamatan, desa, dan lembaga kemanusiaan bisa mempercepat penanganan krisis lokal.

Namun di sisi lain, kejadian berulang setiap musim kemarau menunjukkan perlunya perencanaan struktural: pemetaan sumber air, pembangunan sumur bor, dan edukasi konservasi air di tingkat desa.

Pemerintah Kecamatan Kuala Mandor B menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPBD, dan stakeholder terkait agar bantuan darurat ini menjadi jembatan menuju kebijakan air bersih yang berkelanjutan.

/red/