Corongkasus.com – Singkawang, Kalimantan Barat – Warga Singkawang, Dekhi Armadhani, mendesak Pemerintah Kota Singkawang membuka rincian penggunaan dana bantuan pusat sebesar Rp.15 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)., Sabtu (24-Oktober-2026).,Ia juga meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi nyata setelah api padam.
Karhutla di Singkawang berlangsung parah sejak Agustus hingga akhir September 2026. Titik terbesar berada di Kecamatan Singkawang Utara. Pemadaman berjalan lambat karena areal yang terbakar sangat luas, peralatan terbatas, dan sumber air mengering.
Sejumlah pihak terlibat memadamkan api, antara lain Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, badan pemadam kebakaran swasta, dan relawan, dengan peralatan seadanya.
Atas desakan Gerakan “Warga Bantu Warga”, Pemkot Singkawang menurunkan ekskavator untuk membuka saluran air yang mengering. TNI dan Polri membuat sumur bor di sejumlah titik krusial.
Dana Rp.15 miliar dari pemerintah pusat untuk karhutla Singkawang menjadi sumber anggaran baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurut Dekhi, penggunaannya harus tepat sasaran dan dapat diawasi publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada data resmi yang dipublikasikan mengenai jumlah korban langsung maupun tidak langsung, rincian penggunaan dana, ataupun rencana pencegahan karhutla berulang dari Pemkot Singkawang.
LIMA DESAKAN WARGA
Dekhi menyampaikan lima tuntutan kepada Pemkot Singkawang:
Membuka data penggunaan anggaran Rp.15 miliar secara transparan.
Membantu petani yang kebunnya terbakar, berupa bibit, pupuk, dan kebutuhan lain.
Memperkuat relawan MPA melalui peralatan dan pelatihan.
Menerbitkan aturan larangan alih fungsi lahan bekas terbakar.
Memperketat pengawasan lahan mudah terbakar dan menindak tegas pelaku pembakaran.
Redaksi masih berupaya meminta tanggapan Pemkot Singkawang dan BPBD terkait desakan tersebut.
Sumber : Dekhi Armadhani, warga Singkawang
Pewarta : Ferry S






