Corongkasus.com,Jombang, 18 Juni 2026 -Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Agustus 2026, para kandidat calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus melakukan silaturahim guna memperoleh dukungan dan kepercayaan dari PWNU, PCNU se-Indonesia, serta PCI NU di luar negeri.
Selain itu, para kandidat juga berupaya memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU.
Dalam ART NU Bab XIII Pasal 39 disebutkan bahwa calon Ketua Umum PBNU harus memiliki pengalaman dalam struktur organisasi NU serta telah mengikuti pendidikan kaderisasi Nahdlatul Ulama. Ketentuan serupa juga diatur dalam Perkum Nomor 3 Tahun 2025 tentang syarat menjadi fungsionaris pengurus Nahdlatul Ulama.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kandidat calon Ketua Umum PBNU terlihat mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU). Di antaranya KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Imam Jazuli, dan KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) yang mengikuti PMKNU Cirebon Raya pada 13–17 Mei 2026.
Sementara itu, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam mengikuti PMKNU Soloraya pada 10–14 Juni 2026 yang diselenggarakan di UIN Raden Mas Said Surakarta. Beberapa peserta lainnya antara lain Rektor UIN Raden Mas Said, Prof. Dr. H. Toto Suharto, Dr. H. Abdullah Faishol, serta Ketua PCNU Surakarta, KH Khomsun Nur Arif.
Menurut H. Syaifuloh Yusuf, salah satu peserta PMKNU Soloraya, kehadiran Gus Salam memberikan warna tersendiri selama proses pendidikan berlangsung.
“Keikutsertaan Gus Salam dalam PMKNU Soloraya menjadikan suasana pendidikan selama lima hari semakin hidup dan bersemangat, baik di dalam kelas, diskusi kelompok, maupun saat rehat,” ujar Syaifuloh Yusuf.
Ia menambahkan bahwa Gus Salam dikenal akrab dengan peserta lain dan mampu menciptakan suasana hangat melalui humor serta celetukan khasnya.
“Ia sangat akrab dengan peserta lainnya dan pandai menciptakan kehangatan kelas pendidikan dengan gaya humor yang membuat peserta tertawa lepas,” sambungnya.
Syaifuloh Yusuf, peserta PMKNU Soloraya yang lulus dengan Syahadah Nomor 02260614143020003, menceritakan bahwa sejak awal pelaksanaan pendidikan, Gus Salam telah dipilih secara aklamasi oleh 83 peserta sebagai ketua kelas. Selama kegiatan berlangsung, Gus Salam dinilai aktif mengikuti seluruh rangkaian acara dan disiplin terhadap waktu.
“Gus Salam mengikuti semua sesi kegiatan, termasuk olahraga fisik setelah salat Subuh. Ia humble dan tidak menampilkan diri sebagai cucu pendiri NU. Beliau berbaur seperti peserta lainnya,” tuturnya.
Ia juga menilai Gus Salam menunjukkan keteladanan dalam kepemimpinan.
“Sebagai ketua kelas, beliau memberi contoh dengan datang tepat waktu sebelum kegiatan dimulai. Ia juga open minded, bersikap terbuka, dan tidak sungkan memimpin yel-yel maupun menyanyikan Mars Kader PMKNU,” tambahnya.
Bagi Syaifuloh Yusuf, sosok Gus Salam dinilai layak menjadi Ketua Umum PBNU pada masa mendatang. Menurutnya, selama mengikuti PMKNU, Gus Salam menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, rendah hati, dan inspiratif.
Dalam sambutan kelulusannya, lanjut Syaifuloh Yusuf, Gus Salam bahkan sempat menyampaikan nazar apabila kelak dipercaya memimpin PBNU.
“Beliau sempat bernazar bahwa jika dipercaya dan ditakdirkan menjadi Ketua Umum PBNU, akan mengajak seluruh peserta, instruktur, dan tim asistensi PMKNU untuk melakukan studi banding ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey, Bandung,” ungkapnya.
Menurutnya, Pondok Pesantren Al-Ittifaq telah menjadi salah satu pesantren agribisnis percontohan di lingkungan NU. Selain mengajarkan ilmu keagamaan berbasis kitab kuning, pesantren tersebut juga menanamkan kemandirian kepada para santri melalui sektor pertanian dan perdagangan. Bahkan, Al-Ittifaq telah membangun kemitraan agribisnis dengan sejumlah kelompok tani di berbagai daerah.
“Gus Salam ingin meneladankan pentingnya saling belajar untuk maju serta memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, jam’iyah NU, santri, alumni, dan umat secara umum,” pungkas Syaifuloh Yusuf.
Editor : DM MPGI





